Tanjung Selor, 26 Juni 2026 — Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Bidang Perpustakaan Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2025 yang diselenggarakan di Hotel Luminor, Tanjung Selor, pada hari ini, Kamis, 26 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai forum koordinasi dan evaluasi pengembangan perpustakaan di wilayah Kalimantan Utara, serta upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat.
Gubernur Kalimantan Utara hadir langsung dan juga menjadi narasumber utama, menyampaikan pentingnya peran perpustakaan dalam pembangunan sumber daya manusia serta transformasi perpustakaan menuju layanan yang inklusif, adaptif, dan berbasis teknologi informasi.
Turut menjadi narasumber, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Kalimantan Utara, Ilham Zain, S.Sos., M.PA, yang memaparkan program kerja dan arah kebijakan pengembangan perpustakaan di tingkat provinsi.
Hadir pula sebagai narasumber Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, dr. Hj. Adhicahya, S.Kep., M.Kes, yang berbagi pengalaman sukses pengelolaan perpustakaan di Kabupaten Maros. Kabupaten tersebut berhasil meraih nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebesar 91,04% dan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TGM) sebesar 90,84% dengan predikat sangat baik pada tahun 2024.
Menambah wawasan nasional, kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yaitu Endy Santoso, S.S., M.Hum., selaku Ketua Pokja Pengembangan Budaya Baca dan Literasi, Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas RI. Dalam paparannya, beliau menyampaikan strategi dan arah pengembangan literasi nasional serta peran penting kolaborasi antara pusat dan daerah dalam memperkuat budaya baca di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Rapat Koordinasi ini, diharapkan akan tercipta sinergi dan langkah konkret dalam mengembangkan perpustakaan sebagai pusat literasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat Kalimantan Utara ke depan.